EXPOSSE.COMIJAMBI – Wali Kota Jambi, DR. dr. H. Maulana, M.K.M, meninjau langsung penanganan pasien anak penderita gizi buruk dan Tuberkulosis (TBC) di Rumah Sakit TK III dr. Bratanata Jambi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perawatan berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga pasien.
Dalam kunjungannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa pasien Gizi buruk dirujuk ke RS Bratanata kini menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah, anak yang kita rujuk langsung ke RS Bratanata sudah dirawat dengan baik oleh tim dokter, dan berat badan mulai mengalami peningkatan yakni 2 Kilogram. Kami juga memberikan makanan tambahan agar mereka tidak kekurangan gizi,” ujar Maulana.
Selain pasien gizi buruk, Maulana juga meninjau korban kebakaran yang tengah mendapat perawatan intensif akibat luka bakar hingga 18 persen. Pemkot Jambi turut menyalurkan bantuan berupa sewa rumah dan modal usaha bagi keluarga korban agar bisa bangkit kembali secara ekonomi.
“Terima kasih kepada RS Bratanata atas kerja samanya dalam merawat warga kami. Pemerintah juga terus mengedukasi keluarga pasien agar kasus serupa bisa dicegah sejak dini,” tambahnya.
Maulana menegaskan bahwa anak-anak balita dengan masalah gizi akan tetap dipantau secara berkala melalui posyandu. Ia juga meminta para ketua RT untuk lebih aktif dalam mendata warga yang membutuhkan bantuan, terutama keluarga yang memiliki anak penderita gizi buruk.
“Masalah ekonomi masih menjadi kendala utama. Pemerintah akan berupaya menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala RS TK III dr. Bratanata Jambi, Letkol Ckm dr. Hadi Zulkarnain, M.Ked (Cardio), Sp.JP (K), FIHA, M.K.M, M.H., memastikan pihak rumah sakit siap berkomitmen membantu pemerintah dalam menangani kasus gizi buruk di Kota Jambi.
“Kami berkomitmen untuk terus membantu masyarakat Jambi dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama anak-anak dengan kondisi gizi buruk, karena ini juga merupakan bagian dari program pemerintah dalam mengatasi masalah gizi buruk,” jelas dr. Hadi.(EXP-001)











Discussion about this post