Tuntas dan Terpercaya
No Result
View All Result
Jurnalisme Warga
  • EKONOMI BISNIS
  • POLITIKA
  • HUKUM
  • POSE
  • SEHAT
  • SAINS
  • NASIONAL
  • WANITA
  • OPINI
  • LINGKUNGAN
  • SENI BUDAYA
  • WISATA
No Result
View All Result
Tuntas dan Terpercaya
  • EKONOMI BISNIS
  • POLITIKA
  • HUKUM
  • POSE
  • SEHAT
  • SAINS
  • NASIONAL
  • WANITA
  • OPINI
  • LINGKUNGAN
  • SENI BUDAYA
  • WISATA
Home OPINI

ADAB

Oleh. Musri Nauli

by Admin
27 October 2020
0
Jurnalistik dan Pilkada
0
SHARES
5
VIEWS
ShareTweetSend

SUATU HARI, ketika saya didatangi seorang tua.. Tergopoh-gopoh menceritakan kasus yang menimpanya. Sembari menangis, dia tidak rela tanahnya dirampas..

“Demi Allah, Bang.. Saya sendiri yang membuka Rimbo ini.. Kapalan tangan Sayo,” katanya geram. Suaranya meninggi. Dia memperlihatkan surat gugatan.

Saya diam. Sembari membaca gugatan, saya tersentak. Bukan gugatan yang menarik perhatian saya, tapi kop surat dan penerima kuasa penggugat.

ArtikelTerkait

Makan Bergizi Gratis, Antara Ambisi Besar dan Tantangan Implementasi

Makan Bergizi Gratis, Antara Ambisi Besar dan Tantangan Implementasi

18 June 2026
Keadilan Fiskal untuk Daerah: Membangun Indonesia dari Pinggiran

Keadilan Fiskal untuk Daerah: Membangun Indonesia dari Pinggiran

13 June 2026
Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

Strategi Pemerintah Daerah Menghadapi Efisiensi Anggaran Pusat

2 June 2026
Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media

Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media

12 May 2025

Setelah menerima surat kuasa, saya bergegas ke rumah kuasa hukum penggugat. Tidak lupa membawa makanan dan buah-buahan.

Sembari memperkenalkan resmi sebagai kuasa hukum tergugat, saya membatasi diri untuk membicarakan kasusnya.

Kasus kemudian bergulir, sidang demi sidang terus berlangsung.

Ketika putusan dibacakan, lagi-lagi saya malam ke rumahnya sambil makan martabak Bangka. Saya sama sekali tidak membicarakan perkara.

Atau kisah yang lain, ketika saya menerima kuasa, saya pun bergegas ke rumah kuasa hukum penggugat, seorang senior yang jam terbangnya mungkin tidak pantas saya sejajarkan.

Istilah Jambi, “saya masih ingusan, dia sudah praktek jadi pengacara”.

Atau kisah lain. Dalam acara seminar di sebuah hotel…

Seorang pembicara berapi-api menerangkan tentang pasal KUHP. Dengan semangat 45, dia berujar, “Pasal ini bertentangan dengan negara Indonesia sebagai negara merdeka”. Atau “pasal ini sudah tidak relevan dengan kondisi zaman sekarang”.

Padahal saya tahu.. Pasal yang disebutkannya sudah dicabut MK. Seluruh argumentasinya sudah dipertimbangkan oleh MK.

Apakah pada saat itu kemudian saya sanggah?

Tidak.

Saya hanya menghampiri setelah acara selesai. Saya katakan bahwa pasal itu kemudian sudah dicabut MK.

Seluruh peristiwa di atas apakah kemudian membuat saya harus jumawa. Menang perkara kemudian dengan bangga berkata, “Saya mengalahkan guru saya di sidang perdata”. “Saya mengalahkan senior saya”. “Saya menyanggah guru saya di forum seminar”.

Tidak… semuanya sama sekali tidak saya lakukan..

Saya kemudian mendatangi guru saya.. Saya mendatangi senior saya. Bahkan saya diam ketika guru saya (walaupun salah) berbicara di forum seminar.

Apakah cara saya salah?

Yap. Semua setuju cara yang lakukan itu salah.

Namun saya menempatkan di sebagai seorang adik. Saya menempatkan diri sebagai murid yang menghormati guru saya.

Tidak perlu saya menunjukkan “jagonya saya bersidang”. Tidak perlu saya membusungkan diri ketika mengalahkan senior ataupun guru saya.

Dan tidak perlu menunjukkan argumentasi yang cerdas dalam forum seminar.

Cara yang saya lakukan kemudian dikenal sebagai “adab”.

Menghormati senior (orang yang lebih tua) dan guru.

Semuanya saya lakukan semata-mata hanya mengharapkan “tuah”. Tuah dari senior saya.

Terutama “tuah” dari guru saya.

Yang paling ditakutkan, “kualat kepada guru”. “Kualat kepada yang tua”.

Sekali saja saya kualat kepada guru saya, justru seluruh ilmu yang diberikan akan hilang percuma..

Atau kualat kepada yang tua, justru menimpa nasib yang tidak mesti terjadi.

Bukankah sering diingatkan, adab di atas segala-galanya.

Masih ingat kisah Junaidi Al Baghdadi, seorang tasawuf, panduan Islam sedunia?

Keenggannya mengajar disebabkan masih banyak gurunya hidup. Namun ketika kemudian bermimpi dan diperintahkan mengajar, setelah restu dari gurunya sendiri, karena mimpi dan perintah gurunya sendiri, dia kemudian baru berdakwah.

Tidak penting ilmu yang mumpuni. Justru adablah yang menempatkan. Intelektual tetap meletakkan akal Budi.(*)

* Penulis adalah advokat tinggal di Jambi

Tags: Musri Nauli

Discussion about this post

July 2026
SMTWTFS
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 
« Jun    

BERITA TERBARU

  • OJK Terbitkan POJK Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR
  • Ombudsman Jambi Terima Kunjungan dari Korsupgah Wilayah I KPK, Bahas Kerawanan Korupsi Pelayanan Publik
  • Makan Bergizi Gratis, Antara Ambisi Besar dan Tantangan Implementasi
  • Keadilan Fiskal untuk Daerah: Membangun Indonesia dari Pinggiran
  • DPP PKB Tetapkan Abdul Rasid Sebagai Ketua DPC PKB Tanjabtim

EXPOSSE

Berbeda dengan media digital lainnya, EXPOSSE tidak mengutamakan kecepatan dalam penyajian berita. Namun lebih mengutamakan keakuratan data, serta penyajian yang mendalam.
EXPOSSE, sebenarnya adalah nama yang telah kami persiapkan sejak 2013 lalu. Sesuai dengan namanya; EXPOSSE akan mengupas tuntas, hal-hal penting dan terkini. Berpihak pada kebenaran dan kebaikan bagi masyarakat luas.

KATEGORI

  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKONOMI BISNIS
  • HUKUM
  • INTERNASIONAL
  • KOTA JAMBI
  • LINGKUNGAN
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIKA
  • POSE
  • REGIONAL
  • SAINS
  • SEHAT
  • SENI BUDAYA
  • WANITA
  • WISATA

Ikuti Kami

  • Exposse
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman

© 2020 Exposse - Jl Depati Parbo, Lorong Rizky II RT 13 No 40C Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi. Developed by Ara.

No Result
View All Result
  • Exposse
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman

© 2020 Exposse - Jl Depati Parbo, Lorong Rizky II RT 13 No 40C Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi. Developed by Ara.