EXPOSSE.COMIJAMBI — Upaya meningkatkan kualitas generasi muda di Kota Jambi terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini tampak dalam kegiatan Dialog Interaktif Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) dan Kunjungan ke Pojok Kependudukan SMP Negeri 6 Kota Jambi, Rabu (21/8), yang dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga), Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Wali Kota Jambi, Maulana, melalui Staf Ahli Moncar Widaryanto dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam penguatan gerakan SSK. Sejak 2021, Pemkot telah menandatangani komitmen bersama pembentukan SSK dan pada 2022 secara resmi mencanangkan gerakan SSK di sekolah-sekolah.
“Dukungan Pemkot Jambi diwujudkan melalui pemberian penghargaan, lomba, penyediaan buku serta media publikasi, hingga sosialisasi kepada kepala sekolah, guru, dan siswa. Kami juga melaksanakan orientasi pengintegrasian materi kependudukan ke pembelajaran serta monitoring dan evaluasi di seluruh satuan pendidikan,” ujar Moncar.
Menurutnya, langkah tersebut membuktikan bahwa SSK bukan sekadar program, melainkan gerakan berkesinambungan untuk membentuk kesadaran remaja sejak dini mengenai kependudukan, keluarga berencana, dan kehidupan sehat demi masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Wamendukbangga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka dalam wawancara menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan remaja sebagai fondasi pembentukan karakter dan pengambilan keputusan yang sehat.
“Kita ingin anak-anak remaja tetap mau berkomunikasi dengan orang tuanya. Orang tua pun perlu dibekali pengetahuan tentang pentingnya komunikasi, agar remaja tidak terjerumus dalam hal-hal yang merugikan masa depan,” jelasnya.
Wamen juga menyoroti bahaya pernikahan dini, yang selain tidak diperbolehkan undang-undang, juga berisiko bagi kesehatan ibu dan bayi.
“Tubuh remaja perempuan belum siap mengandung dan melahirkan. Risiko kesehatan sangat tinggi jika kehamilan terjadi di usia ini. Karena itu, remaja perlu pengetahuan yang benar untuk menjaga masa depannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks dengan hadirnya media sosial, game online, hingga pergaulan bebas. Orang tua diharapkan memahami dunia digital anak-anak mereka agar bisa menjadi pendamping yang bijak.
Melalui program seperti Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), Generasi Berencana (GenRe), hingga SSK yang kini digalakkan di Kota Jambi, pemerintah berharap remaja dapat saling berbagi informasi positif dan menghindari risiko seperti narkoba dan seks bebas.
“Remaja harus tahu bahwa narkoba dijauhi, seks bebas dihindari, dan pernikahan dini dicegah. Semua ini untuk membentuk keluarga yang bahagia, sejahtera, dan mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegas Ratu Ayu.
Kegiatan dialog interaktif di SMPN 6 Kota Jambi ini juga menjadi ruang bagi siswa, guru, serta perwakilan sekolah lain untuk berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan materi kependudukan di kelas. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat peran sekolah sebagai agen perubahan dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong masa depan.(EXP-001)











Discussion about this post